Menaruh kepercayaan

Untuk hidup yang penuh pancaroba, terkadang kita berkongsi banyak cerita tentang apa saja. Baik pekerjaaan, hal yang menyenangkan, hal yang berat untuk kita lalui sendiri dan beberapa hal lain tentang sikap orang-orang yang suka memakai topeng. Setelah kita sandarkan harap pada orang yang kita yakin kita percaya, ternyata dia salah satu dari pada mereka yang memakai topeng itu. Lucu kan?

 

Advertisements

Apa yang diungkapkan tentang sayang adalah perasaan. Dan perasaan manusia itu berubah-ubah.

Selamat menikmati rasa cinta bulan pertama, tabah dalam menghadapi tahun ke dua, dan berserah pada tahun-tahun berikutnya.

Cinta ini datang mendadak, 
Kadang-kadang banyak yang lelah,
pergi juga tanpa sedar,

Dan hilang nanti,

luka-nya dipanggil: kasihan.

 

#BicaraSamaAwan

Surat untuk Hanin Subagyo

Dear hanim
Maaf. Pengejaan nama mu mungkin salah, mungkin saja nama mu hanim, atau anin, atau hanin terserah apa pun itu yg penting kamu putri pertama dari Gandung subagyo kan?

Hanim. Mama ku dan ayah mu mungkin benar-benar saling suka. Menjijikkan bukan? Dua orang tua yang tak lama lagi renta masih saja mempermainkan hukum pernikahan dari Allah.

Aku lelah hanim. Mulai dari menangis terisak, meraung hingga terbahak menertawakan mama ku dan ayah mu yg ingin bersembunyi tetapi selalu saja terlihat oleh ku.

Ntah lah hanim. Aku hanya kasihan pada papa ku. Nantinya dia akan mempertanggung jawabkan perbuatan mama ku. Walau pun dosa ditanggung masing-masing tetapi tanggung jawab papa ku sebagai suami akan di pertanyakan nanti. Kasihan sekali

Hanim. Mama ku dan ayah mu saling melihat di mata yang tertutup. Saling bertemu tetapi bersembunyi. Saling mencari padahal masing-masing sudah ada yang memiliki. Kira-kira apa yg ada di dalam fikiran mereka ya hanim? Semoga Allah bukan sedang menutup mata hati mereka. Semoga saja..

Hanim. Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi aku? Apakah kamu rela di sebut anak durhaka karena menentang perbuatan mama nya? Seperti aku yang selalu di bayang bayangi kalimat “durhaka” oleh mama ku jika aku mulai memberontak menentang dengan keras perbuatan mama ku yang tersembunyi.

TRA

Disuap kata-kata

Ya, aku selalu percaya bahwa “yang tak ada” selalu kalah dengan “yang ada..”

Namun ketahuilah, bagiku patah hati itu adalah makanan. Ditinggalkan itu sudah biasa. Dicintai separuh-separuh itu selalu.

Asal kamu tahu, di beri makan dengan kata-kata kamu itu, aku juga pura-pura untuk terlihat kenyang.

Dan aku tidak pernah takut untuk kehilangan. Kerana kehilangan akan digantikan dengan seseorang yang jauh lebih baik dari kamu.

–BicaraSamaAwan