Surat untuk Hanin Subagyo

Dear hanim
Maaf. Pengejaan nama mu mungkin salah, mungkin saja nama mu hanim, atau anin, atau hanin terserah apa pun itu yg penting kamu putri pertama dari Gandung subagyo kan?

Hanim. Mama ku dan ayah mu mungkin benar-benar saling suka. Menjijikkan bukan? Dua orang tua yang tak lama lagi renta masih saja mempermainkan hukum pernikahan dari Allah.

Aku lelah hanim. Mulai dari menangis terisak, meraung hingga terbahak menertawakan mama ku dan ayah mu yg ingin bersembunyi tetapi selalu saja terlihat oleh ku.

Ntah lah hanim. Aku hanya kasihan pada papa ku. Nantinya dia akan mempertanggung jawabkan perbuatan mama ku. Walau pun dosa ditanggung masing-masing tetapi tanggung jawab papa ku sebagai suami akan di pertanyakan nanti. Kasihan sekali

Hanim. Mama ku dan ayah mu saling melihat di mata yang tertutup. Saling bertemu tetapi bersembunyi. Saling mencari padahal masing-masing sudah ada yang memiliki. Kira-kira apa yg ada di dalam fikiran mereka ya hanim? Semoga Allah bukan sedang menutup mata hati mereka. Semoga saja..

Hanim. Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi aku? Apakah kamu rela di sebut anak durhaka karena menentang perbuatan mama nya? Seperti aku yang selalu di bayang bayangi kalimat “durhaka” oleh mama ku jika aku mulai memberontak menentang dengan keras perbuatan mama ku yang tersembunyi.

TRA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s